Sabtu, 03 Desember 2011

Jawaban soal UAS MK Pengembangan Sumber Belajar

SOAL PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR

SOAL UAS PASCA SARJANA PROGRAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM ASYAFI’IYAH



[1]  Jelaskan pengertian sumber belajar yang dikutip, minimal 5 pendapat para ahli, kemudian dikemas menjadi pendapat saudara sendiri.

Jawab ; Lima Sumber Belajar Menurut Para Ahli

1)     Menurut Associaton Education Communication and technology AECT  (As’ari,2007 ) sumber belajar  yaitu berbagai atau semua sumber  baik berupa data , orang dan wujud tertentu yang dpat digunakan siswa dalam belajar baik secara terpisah maupun terkombinansi sehingga memperendah siswa dalam mencapai tujuan belajar. Sumber belajar menurut AECT ( Suratno,2008 ) meliputi semua sumber yang dapat digunakan oleh pelajar baiksecara terpisah maupun dalam butuh gabungan ,biasanya dalam situasi informasi untuk memberikan fasilitas belajar.sumber itu meliputi pesan ,orang, bahan, peralatan, teknik dan tata tempat.

2)     Sujana ( Suratno,2008 ) menuliskan bahwa pengertian sumber belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas.

Pengertian secara sempit diarahkan pada bahan-bahan letak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa di manfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar,baik secara langsung maupun tidak langsung.

3)     Menurut Feripal dan Elinghton ( 1988:124 ) memberikan batasan bahwa sumber belajar adalah “ Satu set bahan atau situasi belajar dengan sengaja diciptakan agar siswa secara individual dapat belajar “

4)     Sadiman ( 1989 ) Menyatakan bahwa “Segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang ( peserta didik ) dan yang memungkinkan dan memudahkan terjadinya proses sumberbelajar “.Jadi , dari pengertian ini sumber  itu dapat berupa manusia maupun non manusia atau juga sumber  belajar yang di rancang maupun yang di manfaatkan.

5)     Menurut Edgan Dale yang di kutip oleh Rohani ( 1990 : 153 ) yang mengatakan bahwa “Sumber belajar itu pengalaman”.Sumber belajar dalam pengertian tersebut menajdi sangat luas maknanya seluas hidup itu sendiri karena segalasesuatu yang di alami di anggap sebagai sumber belajar.

Kesimpulan :

Setelah saya baca dari kelima pengertian  sumber belajar menurut para ahli , saya simpulkan bahwa sumber belajar adalah mencakup apa saja yang dapat di gunakan untuk membantu tiap orang untuk  belajar dan menampilkan kompetensinya , sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar  di organisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sumber belajar.Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar,benda,orang dan atau buku hanya sekedar tempat,benda,orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa. Jadi,untuk mendapatkan gairah siswa dalam belajar,siswa perlu di beri kesempatan untuk mencari data dari berbagai sumber agar dapat belajar  dengan sebaik-baiknya.



[2]  Jelaskan perbedaan sumber belajar dengan bahan ajar dan uraikan beserta contohnya

Jawab ;

Perbedaan Sumber belajar dengan bahan ajar

a.       Sumber belajar adalah  segala sesuatu atau daya yang dapat di manfaatkan oleh guru,baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan,untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Dengan demikian  maka sumber belajar juga dapat berupa :

- Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat di kategorikan sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar,misalnya : perpustakan , pasar , museum , sungai , gunung , tempat pembuangan sampah , kolam ikan , dll. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik , maka benda itu dapat di kategorikan sebagi sumber belajar. Misalnya : Situs , Candi , Benda peninggalan lainnya.
- Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu dimana peserta didik dapat belajar sesuatu , maka yang bersangkutan dapat di kategorikan sebagai sumber belajar .Misalnya : Guru, ahli geologi , polisi dan ahli-ahli lainnya .
- Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis , cetak , rekaman elektronik web , dll yang dapat di gunakan untuk belajar .- Buku yaitu segala macam buku yang dapat di baca  secara mandiri oleh peserta didik dapat di kategorikan sebagai sumber belajar .Misalnya : Buku pelajaran , buku teks , kamus , ensiklopedi , piksi dll  Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi , misalnya : peristiwa kerusuhan , peristiwa bencana , dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagi sumber belajar .

b.      Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang di gunakan untuk membantu guru atau instructor  dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang di maksud bisa bahan tertulis  maupun bahan tidak tertulis . Bahan ajar merupakan seperangkat materi atau substansi pembelajaran yang di susun secara sistematis , menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan di kuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran .Misalnya :

1.      Auditiv yang menyangkut radio , kaset , piringan hitam.

2.      Visual yang menyangkut Flipchart, gambar , film bisu , video bisu , program computer , bahan tertulis dengan dan tanpda gambar. 

3.      Audio  visual yang menyangkut berbicara dengan gambar , pertunjukan suara dengan gambar dan film atau video.

[3]  Secara skematik prosedur merancang sumber belajar mengikuti langkah sebagai berikut :                                                             

























Jelaskan ke-6 langkah tersebut ?

Langkah pertama mempelajari kurikulum. Sebelum guru menetukan sumber belajar yang akan digunakan, terlebih dahulu guru harus mempelajari silabus yang terdapat di dalam kurikulum mata pelajaran. Dalam silabus tersebut telah disebutkan standar kompetensi, kompetensi dasar, pokok bahasan materi pelajaran, kegiatan belajar yang akan dilakukan dalamn rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar, alat evaluasi, sumber belajar berupa buku teks dan alokaasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan  suatu pokok bahasan.

Langkah kedua menetapkan kompetensi siswa yang hendak dicapai. Kompetensi siswa yang hendak dicapai berupa kompetensi dasar dirumuskan dalam bentuk  indikator-indikator yang dijadikan tolok ukur bagi pencapaian kompetensi dasar tersebut. Berdasar indikator-indikator ini dirumuskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam kegiatan belajar mengajar setelah guru menyelesaiakn pelajaran dalam satu kali atau beberapa kali pertemuan.

Langkah ketiga memilih dan menentukan materi yang akan disajikan. Setelah guru menentukan kompetensi dasar dan merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai berdasarkan indikator-indikator yang dijabarkan dari kompetensi dasar, maka langkah selanjutnya guru memilih materi pelajaran yang akan disajikan berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Materi pelajaran tersebut disusun berdarakan hierarchis tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh guru, dimulai dari level yang mudah sampai pada level yang sukar.

Langkah kempat, memilih dan menentukan jenis dan sumber belajar. Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut maka guru menentukan kegiatan belajar mengajar dan jenis serta sumber belajar yang akan digunakan dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

Langkah kelima, mengembangkan sumber belajar. Selanjutnya guru  melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan jenis dan sumber belajar yang telah ditentukan dengan menggunakan berbagai metode yang dianggap relevan dengan tujuan yang akan dicapai.

Langkah keenam. mengevaluasi sumber belajar. Evaluasi sumber belajar adalah penilaian yang dilakukan guru terhadap pelaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan  jenis dan sumber belajar yang telah ditentukan, Dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dengan menggunakan jenis dan sumber belajar itu berhasil dengan baik.

[4]  Buatlah rencana pembelajaran/RPP dalam persiapan mengajar saudara dalam kelas, yang disesuaikan dengan kondisi kelas, letak geografis, keterbatasan sarana dan lain-lain, dengan melibatkan sumber belajar secara optimal ?

Jawab ;

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

mata Pelajaran   : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

kelas/semester   : VI (enam) / 1 (satu)

Alokasi Waktu    : 2x35 menit



I.                   Standar Kompetensi

1.      Memahami hubungan antara cirri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya.

II.                Kompetensi Dasar

1.      Mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri  khusus yang dimiliki hewan (kelelawar, cicak, dan Bebek) dengan lingkungan hidupnya.

III.             Indikator

1.      Mengidentifikasi contoh hewan yang memiliki cirri khusus.

2.      Menjelaskan cirri khusus yang dimiliki hewan tertentu, missal: kelelawar, cicak, dan Bebek.

IV.              Tujuan Pembelajar

Ø  Siswa dapat mengidentifikasi contoh hewan yang memiliki cirri khusus.

Ø  Siswa dapat  menjelaskan cirri khusus yang dimiliki hewan tertentu, missal: kelelawar, cicak, dan Bebek.



V.                 Materi Pokok (Materi Ajar)

Ø  Hubungan antara cirri-ciri khusus yang dimiliki hewan dengan lingkungan hidupnya missal :

1.      Kelelawar mempunyai kemampuan ekolokasi untuk memperoleh makanannya ditempat yang gelap.

2.      Cicak mempunyai telapak kaki  yang berperekat untuk berjalan/merayap di dinding

3.      Bebek mempunyai kaki berselaput untuk dapat berjalan di lumpur dan berenang di air

VI.              Metode Pembelajaran

Ø  Ceramah, Tanya jawab, diskusi, pemberian tugas

VII.           Kegiatan Pembelajaran

A.      Pendahuluan

-        Apersepsi dengan cara bertanya jawab tentang adaptasi hewan terhadap lingkungannya

-        Menyampaikan pokok materi pembahasan hari ini

-        Penjelasan tentang tugas siswa

B.      Kegiatan Inti

-        Penjelasan contoh hewan yang memiliki cirri khusus seperti pada hewan kelelawar, cicak dan bebek.

-        Siswa-siswa mencamkan penjelasan guru

-        Siswa mencari informasi tentang hewan yang mempunyai cirri-ciri khusus untuk memenuhi kebutuhannya

-        Siswa mengamati gambar hewan, kemudian menuliskan cirri khususnya

-        Siswa mengerjakan tugas kelompok

-        Setelah selesai, siswa melaporkan hasil diskusi kelompoknya masing-masing secara bergantian

-        Kelompok lain memberikan tanggapan

C.      Kegiatan Akhir

-        Evaluasi tertulis

-        Penugasan membuat kliping gambar hewan

-        Mengumpulkan hasil pembelajaran

VIII.        Alat dan sumber belajar

Alat          : lembar tugas (terlampir)

Sumber    :  -    silabus / KTSP

-          Buku IPA jilid 6 dari berbagai macam penerbit

-          Gambar hewan Kelelawar, Cicak dan Bebek

-          Buku – buku yang berkaitan dengan materi

IX.              Penilaian

Ø  Test Tertulis       : mengerjakan soal-soal test



Mengetahui ;                                                  jambe,…………….2011

Kepala Sekolah,                                             Guru Kelas



(Nama Kepala Sekolah)                                 (Nama Guru Kelas)

NIP.                                                                      NIP.
















Sabtu, 26 November 2011

peran pemangku kebijakan dalam mengoptimalkan sumber belajar


BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan manampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar (AECT 1994), Menurut Dirjen Dikti (1983: 12), sumber belajar adalah segala sesuatu dan dengan mana seseorang mempelajari sesuatu. Degeng (1990: 83) menyebutkan sumber belajar mencakup semua sumber yang mungkin dapat dipergunakan oleh si-belajar agar terjadi perilaku belajar. Dalam proses belajar komponen sumber belajar itu mungkin dimanfaatkan secara tunggal atau secara kombinasi, baik sumber belajar yang direncanakan maupun sumber belajar yang dimanfaatkan.
Untuk meningkatkan gairah siswa dalam belajar, siswa perlu diberi kesempatan untuk mencari data dari berbagai sumber agar dapat belajar dengan sebaik-baiknya. Dengan menggunakan berbagai media pengajaran siswa tidak hanya menggunakan alat pendengaran untuk mendapatkan pelajaran, tetapi dengan melalui pengadaan variasi tampilan dan alat indera lain yang digunakan diharapkan siswa akan semakin terpacu di dalam belajar. Di sinilah pentingnya media dalam pembelajaran.
Untuk menyalurkan pesan dalam proses pembelajaran dengan bantuan media akan mempermudah siswa untuk memahami, mengerti, serta mengingat materi yang disampaikan oleh guru. Namun demikian guru dituntut dapat memiliki, menciptakan, dan menggunakan media sesuai dengan tujuan, jenis materi, dan strategi yang digunakan.
BAB II
PEMBAHASAN


A. Apa sumber belajar itu?
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
B. Apa fungsi sumber belajar?
Sumber belajar memiliki fungsi :
  1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
  2. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
  3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
  4. Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar; (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
  5. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit; (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
  6. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa
C. Ada berapa jenis sumber belajar?
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
  1. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
  2. Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran
Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk: (1) pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya (2) orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya; (3) bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya; (4) alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya; (5) pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya; dan (6) lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.
D. Apa kriteria memilih sumber belajar?
Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut: (1) ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal; (2) praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka; (3) mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita; (4) fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan; (5) sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.
E. Bagaimana memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar?
Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar.
Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : (1) lingkungan sosial dan (2) lingkungan fisik (alam). Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam.
Pemanfaatan lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan, seperti survey, karyawisata, berkemah, praktek lapangan dan sebagainya. Bahkan belakangan ini berkembang kegiatan pembelajaran dengan apa yang disebut out-bond, yang pada dasarnya merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan alam terbuka.
Di samping itu pemanfaatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke dalam kelas, seperti : menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di dalam kelas. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berjalan efektif, maka perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjutnya.



F. Bagaimana prosedur merancang sumber belajar?
Secara skematik, prosedur merancang sumber belajar dapat mengikuti alur sebagai berikut:
sumber belajar1
G. Bagaimana mengoptimalkan sumber belajar?
Banyak orang beranggapan bahwa untuk menyediakan sumber belajar menuntut adanya biaya yang tinggi dan sulit untuk mendapatkannya, yang kadang-kadang ujung-ujungnya akan membebani orang tua siswa untuk mengeluarkan dana pendidikan yang lebih besar lagi. Padahal dengan berbekal kreativitas, guru dapat membuat dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah. Misalkan, bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan bahan bekas. Bahan bekas, yang banyak berserakan di sekolah dan rumah, seperti kertas, mainan, kotak pembungkus, bekas kemasan sering luput dari perhatian kita. Dengan sentuhan kreativitas, bahan-bahan bekas yang biasanya dibuang secara percuma dapat dimodifikasi dan didaur-ulang menjadi sumber belajar yang sangat berharga. Demikian pula, dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar tidak perlu harus pergi jauh dengan biaya yang mahal, lingkungan yang berdekatan dengan sekolah dan rumah pun dapat dioptimalkan menjadi sumber belajar yang sangat bernilai bagi kepentingan belajar siswa. Tidak sedikit sekolah-sekolah di kita yang memiliki halaman atau pekarangan yang cukup luas, namun keberadaannya seringkali ditelantarkan dan tidak terurus. Jika saja lahan-lahan tersebut dioptimalkan tidak mustahil akan menjadi sumber belajar yang sangat berharga.
Belakangan ini di sekolah-sekolah tertentu mulai dikembangkan bentuk pembelajaran dengan menggunakan internet, sehingga siswa “dipaksa” untuk menyewa internet –yang memang ukuran Indonesia pada umumnya-, masih dianggap relatif mahal. Kenapa tidak disediakan dan dikelola saja oleh masing-masing sekolah? Mungkin dengan cara difasilitasi oleh sekolah hasilnya akan jauh lebih efektif dan efisien, dibandingkan harus melalui rental ke WarNet. Bukankah sekarang ini sudah tersedia paket-paket hemat untuk berinternet yang disediakan para provider?











BAB III
PENUTUP

Istilah sumber belajar sudah sering diperbincangkan terutama di
lingkungan masyarakat kependidikan. Apabila setting-nya sekolah, berbicara
mengenai sumber belajar, maka yang pertama-tama terlintas di dalam pemikiran
adalah guru yang berperan sebagai sumber belajar bagi para peserta didiknya.
Apabila sedikit agak lebih lama, maka yang terlintas berikutnya di alam pikiran
kita adalah buku, baik itu buku pegangan guru maupun buku pegangan peserta
didik. Guru menggunakan buku untuk membantu dirinya menyajikan materi pelajaran
kepada segenap peserta didiknya.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pertanyaan yang mungkin terlontar
adalah apa yang terlintas di dalam benak kita kalau anak belajar di rumah?
Demikian juga dengan anak yang sedang belajar di perpustakaan sekolah atau
perpustakaan umum, apa yang segera muncul di dalam benak kita? Apa pula yang
akan mencuat di dalam pikiran kita kalau dikatakan bahwa seorang atau
sekelompok anak sedang belajar di warung internet, di depan sebuah televisi
atau di sebuah taman? Masih banyak lagi setting yang dapat digunakan sebagai
tempat belajar. Jika demikian, lantas apa yang terbersit di dalam pikiran kita
setiap kita mendengar seseorang belajar dengan setting tertentu?
Dari uraian tersebut di atas dapatlah dikatakan bahwa belajar itu dapat
terjadi di mana-mana, baik di sekolah, di rumah, perpustakaan sekolah atau
perpustakaan umum, di warung internet, di sebuah taman atau pendeknya di mana
saja. Belajar sudah jelas, tidak lagi hanya terbatas di lingkungan sekolah.
Oleh karena belajar tidak hanya terjadi di sekolah tetapi dapat terjadi di mana
saja, maka dapat pula dikemukakan bahwa sumber belajar itu tidak lagi terbatas
pada guru tetapi jauh lebih luas daripada guru.
Berdasarkan informasi yang telah dikemukakan di atas, dapatlah dikatakan
bahwa sumber belajar dapat berupa guru, buku, internet, televisi atau
lingkungan (baca: taman).

DAFTAR PUSTAKA

[1]  Adaptasi dari : Depdiknas. 2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar. Jakarta.
[3]  http://harmonykids.wordpress.com/2008/05/26/strategi-belajar-dengan-aneka-sumber/
[4]  http://zanikhan.multiply.com/journal/item/5399
-6.994042 108.436507